Sekedar pengingat, settingan Camcon pada Camry ini bukanlah diarahkan juga ke efisiensi, melainkan hanya untuk melepas power yang tertahan di cam timing yang tidak sesuai dgn kondisi mobil, yang sudah berumur.
Tes Sebelum Penggunaan Camcon:
Tes dilakukan diatas mesin dyno dengan menggunakan cruise control (I-Cruise Dial dari Power Enterprise). Reminder, hal ini kita lakukan untuk mengurangi faktor2 yang bisa mempengaruhi pemakaian bensin, yaitu terutama faktor manusia.
Dari tes awal, kondisi standard tanpa penggunaan Camcon, pemakaian bahan bakar berkisar di 21.2 km per liter ke 20.9 dengan trend yang semakin menurun.
Tes Sesudah Penggunaan Camcon:
Di pengetesan dengan cara yang sama seperti diatas, didapat rata2 pemakaian bensin di 21.3 ke 21.5 km per liter. Dan mempunyai trend semakin baik, dengan mencapai ke 21.6 km per liter di saat akhir tes ini.
Dengan power yang melonjak "Oohhh Mai Gatt", penghematan bahan bakar ini walau sedikit adalah sesuatu yang sangat luar biasa... "Oohhh Mai Gatt!!"
Dengan kata lain, dengan TANPA ada pengaruh ke pemakaian bahan bakar, Camcon setidaknya dapat melepaskan power yang sangat besar!
Bisa dibayangkan betapa hematnya dengan Camcon, bila mobil masih dalam kondisi sehat, aliran udara masih lancar seperti halnya di mobil yang masih greesss? :)
Berikut adalah Camry 2005 manual 2.4 liter full standard dgn km sudah mencapai 99.000. Camry ini, seperti halnya mobil yang sudah berumur, mengalami gejala sedikit ngelitik. Powerpun terasa kurang. Lemot, perlu menekan gas pedal lebih dalam untuk berakselerasi.
Problem yang dialami bisa dipastikan karena faktor udara yang mengalir tidak sesuai dgn yang dibutuhkan, disebabkan oleh cam timing di mobil ini yang bisa dibilang sudah "off", atau tidak pas lagi, setelah melakukan beberapa ritual tes utk lebih mendapatkan gambaran kalo sektor pengapian dan suplai bensin tidak mengalami gangguan.
Sebenarnya, kondisi Camry ini tidak parah, karena diketahui mobil ini cukup terawat, dgn kebiasaannya menggunakan shell ultra 5-40 dan juga bensin dari shell yg setara oktannya dgn pertamax. Namun, hasil dyno tes terutama setelah penggunaan piggyback Camcon untuk menyesuaikan cam timing dgn kondisi mesin yang sudah berumur bisa mengejutkan.
Langsung kita review hasil dyno test di mobil sebelum dan sesudah penggunaan Camcon. Perlu dicatat, modifikasi hanya pada Camcon, dan piggyback itu hanya dipakai untuk menyetel cam timing, tanpa menggunakan fitur yg dimiliki Camcon lainnya, seperti AFR adjustment.
Seperti terlihat di grafik, power di rpm menengah sangat tertahan yang disebabkan karena hambatan di exhaust flow. Exhaust flow yg buruk menyebabkan cam timing di VVT-i ini menjadi tidak pas. Pada saat intake flow akan mengalir mengisi ruang bakar, exhaust flow yg hanya mampur mengalir lebih sedikit keluar dari ruang bakar karena hambatan, membuat intake flow menjadi tertahan (ingat pressure). Selain itu, ruang bakar juga akan terisi tidak saja oleh udara segar dari intake flow, tapi juga dicemari oleh exhaust flow yang gagal keluar secara keseluruhan. Hal ini yang membuat power jatuh. Dan juga menyebabkan terjadi ngelitik, karena temperatur di ruang bakar menjadi lebih panas dari seharusnya. Borospun tidaklah heran juga terjadi.
Camcon, sebagai piggyback satu satunya di dunia yg mampu mengatur VVT-i (dan juga i-VTEC) cam timing di mobil Toyota/Daihatsu/Lexus, Honda/Acura dan Subaru, di setel untuk memundurkan cam timing, untuk memungkinkan waktu yang relatif lebih untuk exhaust keluar dari ruang bakar. Walau mungkin rada susah untuk dimengerti, perubahan cam timing yang dilakukan Camcon ini juga turut merubah LCA (lobe centerline angle). Perubahan di LCA ini akan membuat NILAI mundurnya cam timing itu semakin besar karena dgn semakin lebarnya LCA, lift yang ada pada saat overlap akan menjadi semakin rendah, yang memungkinkan exhaust flow menjadi cepat dgn arah yang lebih jelas, keluar dari ruang bakar. (sori, memang bagian ini rada berat untuk dicerna).
Point utamanya adalah, bisa terlihat di graph, kesalahan cam timing bisa sangat merugikan. Perbaikan cam timing oleh Camcon membuat mobil jauh lebih bertenaga, hemat, dan juga bebas dari ngelitik/detonasi.
Pertanyaan yang menarik untuk direnungkan: Kenapa perlu merubah ignition timing, kalo cam timing bisa membuat tidak saja bebas dari ngelitik tanpa perlu ganti oktan bensin, tapi juga power meningkat? Bila menggunakan ignition timing (sangat populer dipakai oleh yang kurang paham), memundurkan ignition timing akan membantu menghilangkan ngelitik, tapi power akan jatuh. Menyedihkan bukan? Namun, yg lebih parah adalah kalo kita pertahankan hidup didalam kegelapan. Thanks!
NOTE: Updated Pricing dan Special Bonus beserta Bonus khusus untuk komunitas mobil Khusus untuk mobil yang sudah berumur minimal 3 tahun.
Dear All,
Program Hasta Pressure Tuning (HP Tuning) ini menawarkan perbaikan performance di power dengan melakukan penyesuaian2
di pressure, yang kita tahu adalah penyebab udara bergerak. (udara
bergerak dari pressure lebih tinggi ke lebih rendah).
Fokus
pekerjaan di program ini adalah meningkatkan pressure di awal titik
udara bergerak dan mengurangi pressure di target arah udara itu
(berhubungan erat/langsung dgn cam timing), sehingga perbedaan pressure
awal dan akhir itu menjadi lebih besar yang menyebabkan jumlah dan
kwalitas udara itu bisa meningkat yang akan membantu mendorong extra
performance terjadi baik di power maupun efisiensi energi.
Hasil
dari pekerjaan tuning di pressure ini tidaklah menjadi sangat besar
karena memang cakupan pekerjaannya terbatas (wong namanya tuning bukan
porting, hehe). Hasil yang kita yakin akan terjadi adalah sekitar 5% di
power di RPM2 di bawah-menengah, yang bisa terlihat di hasil dyno test kecuali di mobil AT yg RPM bawah tidak dapat terlihat/dites. Tentunya, seperti biasanya Hasta ingin memberikan hasil yang
bisa bukan saja dicapai tapi dilampaui.
Bila target peningkatan power di sekitar 5% itu tidak terjadi, biaya program ini menjadi FREE (100% money back guaranteed!)
Selain
jaminan peningkatan power yang aduhai lezatnya itu, Hasta juga melihat
program ini akan membantu dalam penghematan penggunaan bensin. (lihat
link video perbandingan penggunaan bensin, sebelum dan sesudah program
ini:
Namun karena sulitnya (terlalu banyak faktor, walaupun faktor manusia
sudah dihilangkan) membandingkan hasil sebelum dan sesudah di
penghematan bensin, Hasta tidak akan mampu memberikan jaminan untuk penghematan ini, walaupun secara teori semua terlalu mudah untuk dimengerti).
Program
ini akan melakukan s/d 5 jenis pekerjaan yaitu s/d 3 di sisi intake,
dan 2 disisi exhaust. Tanpa ada penggantian parts apapun. Berapa jenis pekerjaan yang akan diterapkan pada tuning suatu mobil tergantung dari kondisi mobil itu sendiri, yang bisa terlihat di hasil tes baseline di mesin dyno. Bukankah tuning tanpa dyno bisa dibilang tidak berarti karena arah pekerjaan menjadi suatu tebak2an?!
Pressure di Silinder, Intake Valve, Exhaust Valve:
Jenis Pekerjaan HP Tuning:
A.
Quick Intake Flow Cleanup (pembersihan ringan khusus di jalur udara masuk, spt filter udara dan throttle body)
Lama
pekerjaan berkisar 2-3 hari (48-72 jam), tergantung jenis kendaraan dan juga sikon di bengkel.
Note: Berdasarkan kebutuhan tuning, pengerjaan bisa meliputi A & B namun disesuaikan dgn kebutuhan mobil dgn kondisi masing2. Gambaran Hasil dari HP Tuning:
Info lebih lanjut mengenai gambaran hasil bisa dilihat di link berikut: Gambaran Hasil HP Tuning
HARGA: (khusus mobil Jepang dan Korea, standard*, N/A, 4 silinder, bensin, injeksi) Honda:
Rp. 2.250.000. Lama pekerjaan 3 hari kerja
Non Honda/Non HLA**:
Rp. 2.500.000. Lama pekerjaan 3 hari kerja
HLA**: (misal, Toyota Innova)
Rp. 1.800.000. Lama pekerjaan 2 hari kerja
Avanza/Xenia/Terios/Rush (AXTR):
Rp. 1.800.000. Lama pekerjaan 2 hari kerja
Lama pekerjaan tergantung juga dari sikon di bengkel. Mohon konfirmasi sebelumnya.
Special Bonus:
- FREE 1 (satu) 3M Fuel Injector Cleaner
- Dapatkan Power Enterprise atau K&N Oli Filter HANYA seharga Rp. 150.000 untuk setiap penggantian oli mesin sekaligus pekerjaan pressure tuning. Oli harus dari Hasta.
- Khusus AXTR, dapatkan K&N air filter replacement HANYA seharga Rp. 990.000 bila sekaligus dgn pekerjaan pressure tuning.
Komunitas Mobil Special Bonus:
- Silahkan perwakilan komunitas mengontak 021-7806-752 dgn sdr Agung, atau kirim email ke hastaservice@gmail.com. Verifikasi akan diperlukan sebelumnya. Minimal per 3 mobil.
Untuk
info lebih lanjut, silahkan dipost pertanyaan, atau bisa langsung
mampir atau telepon 021-7806-752 (sdr Agung atau sdr Qpai)
Note: *Standard: Kondisi belum di modifikasi di sektor udara, intake/exhaust. Pengecualian: Filter Udara dan Muffler. **HLA = Hydraulic Lash Adjuster.
Berikut kita ingin share hasil dari program Hasta Pressure Tuning (HP Tuning) pada mobil standard Honda Jazz L15A di Power dan Efisiensi bensin.
HP Tuning fokus pada pekerjaan peningkatan dan efisiensi pressure sehingga dapat meningkatkan power sekaligus penghematan bahan bakar. Langsung aja kita lihat hasil dyno nya dulu:
POWER:
Terlihat dalam gambar, peningkatan power (Torsi dan HP) mencapai lebih dari 6%. Sekedar pengingat, peningkatan power ini tanpa disebabkan oleh penggantian part apapun. Hanya dari extra special tuning yaitu HP tuning.
EFISIENSI:
Berikut adalah hasil dari pekerjaan HP tuning dalam peningkatan penghematan bahan bakar, berupa video yang menunjukkan pengukur pencapaian jarak/km untuk satu liter bensin (bukan mode rata2 tapi "live").
Pengetesan penggunaan bahan bakar ini dilakukan diatas mesin dyno, untuk memastikan pengukuran tidak terpengaruhi oleh traffic, bentuk jalan, dan dinamika lainnya, yang bisa membuat hasil tidak akurat. Juga kita menggunakan cruise mode di speed 60km/jam.
Yang diperhatikan selanjutnya utk dibandingkan adalah bagian kanan atas, pengukur yg menunjukkan angka 0-25km dan 50 itu.
Pada baseline, sebelum HP tuning, pengukur itu di sebagian besar waktu menunjukkan pemakaian bensin di 25-27.5km untuk satu liter (satu bar adalah 2.5km).
Pada tes setelah pengerjaan HP tuning, pengukur stabil menunjukkan di 30km per liter. Bila baseline memakai angka 27.5km/liter, maka penghematan bensin setelah HP tuning adalah hampir 10%. Apalagi kalo baseline memakai angka 25km/liter, penghematan bensin mendekati 20%. Cukup mengagetkan kita juga... :) (Note: peningkatan dari 25km per liter menjadi 30 km per liter berarti penghematan bahan bakar. Dgn kata lain, setelah pekerjaan tuning, dengan satu liter bahan bakar yang sama mencapai jarak lebih jauh).
Namun untuk aman berasumsi, kita melihatnya setidaknya terjadi penghematan bensin sebesar 5% setelah HP tuning ini. Dan tentu, dgn peningkatan power yang lumayan untuk pemakaian harian spt dijelaskan diatas, penghematan bensin sebesar 5% saja sudah menjadi sangat berarti...
Btw, pertanyaan atau masukan terutama dlm mencapai pengukuran pemakaian bensin yg lebih baik, sangat2 di harapkan.
Special Promo Honda Jazz/Freed/City: Power+Efisiensi
PROMO SPECIAL 50% OFF (Untuk 3 mobil pertama)
Untuk 3 mobil yg memenuhi syarat, hanya Rp. 1.000.000 (dari harga normal 2 juta) sudah mendapatkan peningkatan horsepower minimal 5-7%. Dan bonus efisiensi penggunaan bahan bakar.
-Special Tuning untuk meningkatkan minimal 5-7% HP di mobil Honda kesayangan anda!!
-Dan bilamana bisa dilakukan tes obejctive di penghematan energi, pekerjaan tuning ini juga akan meningkatkan penghematan pemakaian bensin!
-Sangat super terjangkau, apalagi dibandingkan dengan hasil yang WOW
-termasuk dyno tests, before dan after di mesin dyno terbaik, Superflow
-terjamin 100% money back
-tanpa penggantian spareparts
-lama pekerjaan 2 hari (kecuali special promo ini menjadi 3 hari atau lebih cepat) -Hanya Rp. 2.000.000 (2 juta) saja
SYARAT:
-Honda Jazz, Freed dan City
-khusus special promo ini hanya berlaku untuk 3 (tiga) mobil pertama
-umur maksimal km: 60.000
-umur maksimal tahun: 8 tahun
-dalam kondisi baik
-facebookers dan fans Hasta (go join facebook, www.facebook.com)
Info Pekerjaan Special Tuning:
-area tuning akan mencakup no1 s/d 5 di gambar berikut:
1. intake valve lift
2. exhaust valve lift
3. intake duration
4. exhaust duration
5. overlap
-pekerjaan fokus ke pressure tuning:
-pekerjaan bisa mencakup s/d 4 jenis pekerjaan, namun hanya akan dikerjakan untuk mencapai target. Hasta yakin dgn setidaknya 3 pekerjaan dilakukan target sudah terlampaui. 1 extra pekerjaan adalah pekerjaan cadangan bilamana diperlukan.
Bagi penggemar aliran udara/air flow di mesin, rumus untuk mengestimasi potensi horsepower (HP) dan RPM terjadinya HP itu sudah umum diketahui. Walau tidak akan 100% persis, namun estimasi dengan rumus sederhana berikut tetap menjadi acuan, misalnya dalam melakukan tuning.
Langsung aja, semoga bisa bantu sedikit pencerahan:
Bila intake air flow di lift tertinggi suatu head mencapai sekitar 160 CFM dgn pengetesan di pressure 25", maka potensi HP adalah= 172.8 HP di mobil 4 silinder.
Sedangkan RPM terjadinya HP tsb adalah di= 8896 RPM
Hasil tsb didapat dari rumus sederhana yaitu,
HP= 0.27 (utk pressure di 25") X CFM X jumlah silinder RPM= 1265 (utk pressure di 25") X CFM CID (1 silinder dgn satuan cubic inch bukan cc)
Nah, sering hasil estimasi diatas itu hanya sekedar angka2 di HP dan RPM. Bagi yang ingin menggalinya lebih lagi, bisa juga dengan melihat bahwa bilamana RPM mobil hanya 6500 sedangkan estimasi RPM terjadinya Peak HP itu ada di 8500, maka sudah sangat mudah dilihat bahwa di RPM 6500 tidak akan mencapai potensi HP tsb.
Langkah berikut utk memaksimumkan informasi yg didapat dari rumus sederhana diatas adalah tuning di system mesin anda, sehingga dlm RPM terbatas itu (6500), HP bisa diangkat sebesarnya. Banyak langkah yg bisa diambil.
Misal, setelah melakukan perhitungan, diketahui bahwa pipa exhaust utk mobil tsb diatas untuk Peak HP dan RPMnya membutuhkan pipa sebesar 55 mm, maka dengan batasan RPM yg hanya 6500, jelas ukuran pipa 55 mm itu bukan saja mubazir tapi merugikan di RPM bawah menengah (dan tidak heran juga merugikan di RPM atas). NOTE:
- rumus sederhana tsb diatas memberikan hasil yg cukup dapat diandalkan sepanjang parts yang berhubungan, misalnya cam, atau pembukaan RPM limiter, juga dilakukan.