Dear all,
Terlalu banyak kebingungan tentang kegunaan atau penting tidaknya pekerjaan Porting & Polishing (PnP) pada mesin kendaraan anda. Ada yang bilang akan buat ngempos. Ada juga yg bilang malah merusak mesin dan power malah turun. Ga sedikit yang bilang mesin jadi boros bahan bakar.
Mana yang benar, sebenar benarnya?
Pekerjaan PnP bila dilakukan dengan benar akan membuat mesin menjadi lebih responsif, lebih hemat dan efisien, dan lebih kencang. Pikiran negatif yang ada di masyarakat pada umumnya tidaklah heran merupakan cerminan dari pekerjaan PnP yang dilakukan 99% dari bengkel di Indo, yang tidak memiliki pemahaman yang cukup, dan alat yang memadai untuk melakukan pekerjaan dengan benar.
Berikut adalah Q&A (tanya jawab) seputar pekerjaan PnP. Bilamana ada pertanyaan lanjut, silahkan diutarakan. Thanks sebelumnya atas perhatiannya.
Q: Apakah PnP itu dengan singkat?
A: PnP adalah pekerjaan pembentukan port pada mesin yang ditujukan ke arah penggunaan yang lebih diinginkan. Kendaraan massal ditujukan pada pasar yang sangat umum. Keinginan untuk lebih hemat, misal, bisa dilakukan dengan melakukan porting yang membuat airflow lebih baik kwalitasnya sehingga lebih sedikit dibutuhkan bahan bakar utk menghasilkan power. Pada prinsipnya, pekerjaan PnP adalah langkah awal untuk mengarahkan kendaraan ke penggunaan yang lebih diinginkan. (more info: Head Porting )
Q: Langkah awal bukan langkah akhir?
A: Betul, setelah porting (PnP), semua sistem udara lainnya sebaiknya mengikuti hasil airflow yang ada. Porting bisa membuat udara secara kwantitas lebih sedikit dari baseline (standardnya), dgn lebih meningkatkan kwalitas, misal utk pemakaian harian yang peduli dengan hemat bahan bakar. Porting bisa juga bs diarahkan untuk kegunaan balap. Bisa memenuhi kebutuhan udara bilamana RPM sudah dibuka, misal, ke 7500 (vs 6500 saat standard).
Di pekerjaan PnP sendiri, langkah awal dari semuanya, selain menentukan arah penggunaan, adalah porting di valve seat. Valve seat adalah bagian terpenting dalam porting, yg bisa mempengaruhi, power dan efisiensi suatu mesin.
Q: Bagaimana menentukan pekerjaan PnP yang baik?
A: Di negara yang menjunjung tinggi skill, SDM lah yang terpenting. Namun SDM yang baik itu paham, adalah membuang waktu (uang) untuk melakukan yang terbaik tanpa alat. Alat terpenting dalam pekerjaan ini adalah Flowbench, alat ukur airflow. Pekerjaan PnP tanpa flowbench adalah omong kosong bila standard hasil yang baik dicari. Justru bengkel2 (99%) itu yang akan membuat nama PnP itu dengan nama buruk seperti ngempos, boros, dan boyo, persis seperti hasil pekerjaan mereka.
Q: Apakah PnP pada penggunaan harian dianjurkan?
A: Ya, sangat dianjurkan. Apapun arahnya, PnP akan mampu membuat mesin lebih responsif di penggunaan harian. Selain itu, mesin akan lebih hemat bahan bakar. Juga yang penting untuk diketahui, PnP justru akan membuat mesin lebih awet, karena kerak/residue hasil pembakaran akan semakin sedikit. Kwalitas udara yang membaik karena PnP akan membuat residue menjadi semakin sedikit. Umur mesin semakin panjang, kerak menipis, ngelitik pun lebih bisa dihindarkan.
Q: Apakah PnP memerlukan penggantian injector atau penggunaan piggyback?
A: Penggantian injektor bisa dilakukan bila dibutuhkan. PnP utk harian biasanya jsutru mengurangi kwantitas udara, dan menggantikannya dengan peningkatan kwalitas udara. Jelas terlihat, penambahan kapasitas suplai bahan bakar tidak dibutuhkan untuk penggunaan harian.
Untuk balap, khususnya balap yang serius, bukan saja injector yg perlu diganti untuk mengimbangi jumlah udara yang lebih banyak, tapi banyak parts lainnya yg perlu diganti, misal cam, exhaust, valve dll. Tidak ada sulap. Penyesuaian perlu dilakukan bila perlu dilakukan.
Begitupun dengan piggyback. Piggyback untuk kendaraan modern sudah tidak akan ampuh lagi, karena ECU kendaraan modern tsb akan terus merubah ke setting yang sudah ada dari pabrik. Kecuali satu piggyback, yaitu Camcon dari Power Enterprise yang memang masih mampu merubah cam timing di kondisi harian (non gas pol) atau kebut (gas pol).
Selain Camcon, piggyback tidak ada gunanya untuk pemakaian harian.
Q: Apakah PnP untuk penggunaan harian membutuhkan penggantian exhaust system?
A: Yang biasanya terjadi adalah, bilamana mesin sudah menggunakan aftermarket (modif) di exhaust, adalah disarankan untuk menggunakan exhaust system standard, atau mencari exhaust system lain yang lebih baik. Exhaust system (dari header sd akhir) buatan lokal yg sering diamati, jelas terlihat sangat tidak cocok untuk penggunaan harian.. bahkan juga untuk penggunaan balap! Disarankan untuk menggunakan exhaust system standard daripada lokal yang malah membuat ngempos, boros, ngerusak mesin. Kecuali sangat ingin menggunakan exhaust system yg lebih baik, disarankan untuk menggunakan dari mereka yang paham airflow. Bukan dari mereka yang KELIHATANnya paham airflow.
(bersambung)
Superflow Flowbench and Dyno Test, Porting, Camcon Piggyback, HP Tuning, i-Cruise Dial, General Repair, Body Repair. PH: 021-7806-752
Tampilkan postingan dengan label power. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label power. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Maret 2016
Porting (& Polishing): Pekerjaan modifikasi awal untuk semua tujuan penggunaan
Label:
air flow,
airflow,
aliran,
aliran udara,
bengkel,
boros,
cam timing,
catalytic converter,
detonasi,
detonation,
dyno,
efficient,
efisien,
flowbench,
hemat,
kencang,
porting,
power
Minggu, 31 Mei 2015
Hasta Pressure Tuning: Toyota VIOS AT
Toyota Vios bertransmisi matik ini dari awal sudah rapih, tidak
terdengar/terdeteksi problem mencolok di bagian mesinnya. Masih
standard. Dari filter udara s/d muffler, semua standard. Grafik power
dgn kondisi standard ini bisa dilihat di gambar kurva power, garis warna
biru.
Pekerjaan pressure tuning yang dikerjakan di mobil ini memberikan perbedaan/perubahan pressure diantara beberapa titik sehingga membantu udara melesat dgn lbh baik, baik kwantitas maupun kwalitas. Hasil pekerjaan ini bisa dilihat di garis warna merah.
Pekerjaan pressure tuning yang dikerjakan di mobil ini memberikan perbedaan/perubahan pressure diantara beberapa titik sehingga membantu udara melesat dgn lbh baik, baik kwantitas maupun kwalitas. Hasil pekerjaan ini bisa dilihat di garis warna merah.
Bisa terlihat, semakin ke kiri (semakin kecil RPM) semakin besar
perbedaan power standard/baseline vs Pressure Tuning. Setidaknya di RPM
4200-4300 (500-700RPM setelah gaspol/WOT dimulai), power mengalami
peningkatan lebih dari 5%. Dan juga karena pekerjaan ini adalah pressure
tuning yang mengarahkan ke RPM harian (bawah menengah), bisa diharapkan
peningkatan di RPM lebih rendah akan semakin besar.
Sayang sekali, peak HP tidak bisa terangkat spt di mobil2 lain yang memiliki mid/back pipe yg lebih besar. Tentu, bila owner VIOS ini menginginkan peningkatan di HP puncak, modifikasi di pipa standard perlu dilakukan (setidaknya muffler yg lebih flow sehingga dapat membuka power yg tertahan diatas). Namun bila fokus adalah penggunaan harian, peak HP yg sangat jarang terpakai tidak perlu diperhatikan, sehingga modifikasi extra tdk diperlukan di sektor exhaust.
Semoga berkenan, tx!
More info about Hasta Pressure Tuning, klik: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-more-powerful.html
Sayang sekali, peak HP tidak bisa terangkat spt di mobil2 lain yang memiliki mid/back pipe yg lebih besar. Tentu, bila owner VIOS ini menginginkan peningkatan di HP puncak, modifikasi di pipa standard perlu dilakukan (setidaknya muffler yg lebih flow sehingga dapat membuka power yg tertahan diatas). Namun bila fokus adalah penggunaan harian, peak HP yg sangat jarang terpakai tidak perlu diperhatikan, sehingga modifikasi extra tdk diperlukan di sektor exhaust.
Semoga berkenan, tx!
More info about Hasta Pressure Tuning, klik: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-more-powerful.html
Label:
airflow,
aliran udara,
boros,
efisien,
hasta,
hemat,
lemot,
ngelitik,
power,
pressure tuning,
tuning
Rabu, 27 Mei 2015
HP Tuning di Honda Freed AT
Dear All,
Berikut adalah hasil dari Hasta Pressure Tuning di mobil Honda Freed bertransmisi matik. Sekedar informasi, di mobil AT ini, RPM yg dapat dilihat (RPM saat mobil tidak down shift saat WOT/gaspol) adalah mulai sekitar 3000, berbeda dgn transmisi di mobil dan cc yg setara, seperti di Vios, yg biasanya terjadi di RPM mendekati 4000).
Hasil dari pressure tuning ini seperti terlihat digambar diatas menunjukkan peningkatan yang cukup lumayan, banyak yang mengalami peningkatan power mendekati 10%. Hasil ini tidak tercapai begitu saja dgn mudah, melainkan melalui tahapan banyak tes termasuk 2 kali flowbench test dan puluhan dyno test, beserta 4-5 kali ganti settingan untuk mencapai peningkatan special, tanpa melakukan penggantian parts.
Selain peningkatan power, pengerjaan pressure tuning ini melakukan langkah langkah yang secara teori akan membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien/hemat, tentu itu semua tergantung dari berbagai faktor lainnya, salah satu terpenting adalah faktor cara mengemudi/human factor.
Juga terlihat di grafik, spt disebut sebelumnya, RPM bawah (1000-2900) tdk bisa terlihat, namun bila diperhatikan peningkatan yang cukup besar di RPM sesudahnya, dan memang fokus dari pressure tuning ini adalah untuk pemakaian harian, besar kemungkinan RPM bawah tsb bahkan mengalami peningkatan yang lebih besar dari RPM menengah dan atas.
Sebagai penutup, catatan akhir dari hasil ini adalah, peningkatan power dan efisiensi BBM tidak bisa dipastikan akan menjadi seperti grafik diatas, karena kondisi mobil masing2 adalah berbeda. Jaminan akan adanya peningkatan power di suatu RPM sebesar sekitar 5% atau lebih adalah yang terbaik kita tawarkan di Hasta Pressure Tuning pada umumnya.
Thanks atas perhatiannya!
HP Tuning: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-more-powerful.html
Berikut adalah hasil dari Hasta Pressure Tuning di mobil Honda Freed bertransmisi matik. Sekedar informasi, di mobil AT ini, RPM yg dapat dilihat (RPM saat mobil tidak down shift saat WOT/gaspol) adalah mulai sekitar 3000, berbeda dgn transmisi di mobil dan cc yg setara, seperti di Vios, yg biasanya terjadi di RPM mendekati 4000).
Hasil dari pressure tuning ini seperti terlihat digambar diatas menunjukkan peningkatan yang cukup lumayan, banyak yang mengalami peningkatan power mendekati 10%. Hasil ini tidak tercapai begitu saja dgn mudah, melainkan melalui tahapan banyak tes termasuk 2 kali flowbench test dan puluhan dyno test, beserta 4-5 kali ganti settingan untuk mencapai peningkatan special, tanpa melakukan penggantian parts.
Selain peningkatan power, pengerjaan pressure tuning ini melakukan langkah langkah yang secara teori akan membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien/hemat, tentu itu semua tergantung dari berbagai faktor lainnya, salah satu terpenting adalah faktor cara mengemudi/human factor.
Juga terlihat di grafik, spt disebut sebelumnya, RPM bawah (1000-2900) tdk bisa terlihat, namun bila diperhatikan peningkatan yang cukup besar di RPM sesudahnya, dan memang fokus dari pressure tuning ini adalah untuk pemakaian harian, besar kemungkinan RPM bawah tsb bahkan mengalami peningkatan yang lebih besar dari RPM menengah dan atas.
Sebagai penutup, catatan akhir dari hasil ini adalah, peningkatan power dan efisiensi BBM tidak bisa dipastikan akan menjadi seperti grafik diatas, karena kondisi mobil masing2 adalah berbeda. Jaminan akan adanya peningkatan power di suatu RPM sebesar sekitar 5% atau lebih adalah yang terbaik kita tawarkan di Hasta Pressure Tuning pada umumnya.
Thanks atas perhatiannya!
HP Tuning: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-more-powerful.html
Selasa, 19 Mei 2015
Hasta Pressure Tuning on Camry VVT-i
Ola all!
Akhirnya kita ada kesempatan untuk mengerjakan pressure tuning pada mesin VVT-i di Camry 2.4 L manual ini. Hasilnya sangat mengejutkan, terlebih karena hasil ini bahkan lebih baik dari semua pressure tuning yang pernah kita kerjakan.
Sekedar info, baseline Camry manual 2.4 L ini mempunyai power curve yg kurang bagus di RPM menengah, yang awalnya kita, setidaknya sy, mengira mobil ini mempunyai masalah di exhaust portnya (lihat: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/the-100-standard-camry-2005-vvt-i-gets.html)
Ternyata, setelah melakukan pressure tuning ini, kita tidak melihat ada problem penting di exhaust port. Problem justru mengarah ke Catalytic Converter yang sepertinya tersumbat, menahan flow di RPM menengah itu.
Berikut adalah hasil dari Hasta Pressure Tuning:
Seperti bisa dilihat dari hasil grafik power sebelum dan sesudah Pressure Tuning, tanpa penggantian spare part apapun, power meningkat drastis sebesar 15-20% (bahkan ada yg lebih dari 20%). Juga terlihat, bahwa HP peak meningkat tidak terlalu besar, dikarenakan pipa standard menahan flow extra yang dihasilkan tuning ini.
Juga terlihat, di RPM menengah, problem tertahannya flow dikarenakan tersumbatnya catalytic converter. Walau begitu, pressure tuning ini memberikan perbaikan lebih banyak di RPM menengah ini (perhatikan naik turun di RPM menengah).
Pilihan terbaik untuk mengatasi problem di catalytic converter ini adalah, mencoba membersihkannya, atau menggantikannya dgn yg baru, yg tentu akan jauh lebih baik secara flow dan emisi. Perbaikan di cat converter tentu juga akan memberikan extra power lagi.
Info mengenai Hasta Pressure Tuning bisa dilihat di link berikut: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-more-powerful.html
Thanks!!
Akhirnya kita ada kesempatan untuk mengerjakan pressure tuning pada mesin VVT-i di Camry 2.4 L manual ini. Hasilnya sangat mengejutkan, terlebih karena hasil ini bahkan lebih baik dari semua pressure tuning yang pernah kita kerjakan.
Sekedar info, baseline Camry manual 2.4 L ini mempunyai power curve yg kurang bagus di RPM menengah, yang awalnya kita, setidaknya sy, mengira mobil ini mempunyai masalah di exhaust portnya (lihat: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/the-100-standard-camry-2005-vvt-i-gets.html)
Ternyata, setelah melakukan pressure tuning ini, kita tidak melihat ada problem penting di exhaust port. Problem justru mengarah ke Catalytic Converter yang sepertinya tersumbat, menahan flow di RPM menengah itu.
Berikut adalah hasil dari Hasta Pressure Tuning:
Seperti bisa dilihat dari hasil grafik power sebelum dan sesudah Pressure Tuning, tanpa penggantian spare part apapun, power meningkat drastis sebesar 15-20% (bahkan ada yg lebih dari 20%). Juga terlihat, bahwa HP peak meningkat tidak terlalu besar, dikarenakan pipa standard menahan flow extra yang dihasilkan tuning ini.
Juga terlihat, di RPM menengah, problem tertahannya flow dikarenakan tersumbatnya catalytic converter. Walau begitu, pressure tuning ini memberikan perbaikan lebih banyak di RPM menengah ini (perhatikan naik turun di RPM menengah).
Pilihan terbaik untuk mengatasi problem di catalytic converter ini adalah, mencoba membersihkannya, atau menggantikannya dgn yg baru, yg tentu akan jauh lebih baik secara flow dan emisi. Perbaikan di cat converter tentu juga akan memberikan extra power lagi.
Info mengenai Hasta Pressure Tuning bisa dilihat di link berikut: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-more-powerful.html
Thanks!!
Sabtu, 16 Mei 2015
Gambaran Hasil dari HP (Hasta Pressure Tuning)
Ola All,
Berikut adalah gambaran hasil perubahan di torsi yang diperkirakan akan terjadi setelah melakukan HP Tuning pada mobil anda. Gambaran ini memberikan bentuk yang bisa diharapkan terjadi, walau detail grafik tentu akan berbeda, karena mesin bekerja sangat dinamis.
Pada umumnya, mobil massal diproduksi untuk memberikan kenyamanan buat masyarakat luas, yang bisa berbeda beda kepuasannya. Ada yang lebih sering dipakai di RPM tinggi, dan ada yang suka mengendarai dengan santai.
Selain setidaknya secara teori, akan memberikan penghematan bahan bakar, HP Tuning ini juga akan membantu mengarahkan power ke RPM yang driver lebih suka gunakan. Sehingga driver yg lebih suka santai bisa lebih santai, lebih hemat dan mempunyai extra power/akselerasi pada saat dibutuhkan, misal melewati kendaraan yg lebih lambat. Begitupun dengan driver yang lebih suka dgn RPM tinggi, dengan tampilan masih super standard akan mampu menekuk kendaraan lain yang walaupun sudah melakukan sedikit modif di filter udara atau header.
Perlu dicatat, peak Torque akan kemungkinan juga meningkat walau besar kemungkinan tidak sebesar RPM lainnya. Hal ini dikarenakan, peak torque adalah titik paling efisien udara masuk dan keluar silinder. Seperti diketahui, meningkatkan yang sudah baik akan jauh lebih berat dan lebih sedikit hasilnya dibanding yang masih kurang.
Sekedar reminder, HP Tuning ini tidak melakukan penggantian parts.
Note:
- Untuk mobil yang tidak bisa di dyno di RPM bawah karena shifting problem (metik), pengukuran peningkatan menjadi lebih sulit bila target ada di RPM bawah. Gambaran hasil ini diharapkan dapat dipahami.
- Penghematan bensin bisa diharapkan bila dilakukan tes secara objective, karena dasar dari HP Tuning ini adalah efisiensi dan juga power untuk penggunaan harian.
- Hasil yang melewati 10% (besar) tidak perlu diharapkan karena memang pekerjaan HP Tuning ini adalah untuk harian.
- Diluar Pressure Tuning ini, Hasta bisa membantu lebih banyak meningkatkan power di RPM manapun bila parts dan atau pekerjaan jasa lain seperti porting, dilakukan.
Berikut adalah gambaran hasil perubahan di torsi yang diperkirakan akan terjadi setelah melakukan HP Tuning pada mobil anda. Gambaran ini memberikan bentuk yang bisa diharapkan terjadi, walau detail grafik tentu akan berbeda, karena mesin bekerja sangat dinamis.
Pada umumnya, mobil massal diproduksi untuk memberikan kenyamanan buat masyarakat luas, yang bisa berbeda beda kepuasannya. Ada yang lebih sering dipakai di RPM tinggi, dan ada yang suka mengendarai dengan santai.
Selain setidaknya secara teori, akan memberikan penghematan bahan bakar, HP Tuning ini juga akan membantu mengarahkan power ke RPM yang driver lebih suka gunakan. Sehingga driver yg lebih suka santai bisa lebih santai, lebih hemat dan mempunyai extra power/akselerasi pada saat dibutuhkan, misal melewati kendaraan yg lebih lambat. Begitupun dengan driver yang lebih suka dgn RPM tinggi, dengan tampilan masih super standard akan mampu menekuk kendaraan lain yang walaupun sudah melakukan sedikit modif di filter udara atau header.
Perlu dicatat, peak Torque akan kemungkinan juga meningkat walau besar kemungkinan tidak sebesar RPM lainnya. Hal ini dikarenakan, peak torque adalah titik paling efisien udara masuk dan keluar silinder. Seperti diketahui, meningkatkan yang sudah baik akan jauh lebih berat dan lebih sedikit hasilnya dibanding yang masih kurang.
Sekedar reminder, HP Tuning ini tidak melakukan penggantian parts.
Note:
- Untuk mobil yang tidak bisa di dyno di RPM bawah karena shifting problem (metik), pengukuran peningkatan menjadi lebih sulit bila target ada di RPM bawah. Gambaran hasil ini diharapkan dapat dipahami.
- Penghematan bensin bisa diharapkan bila dilakukan tes secara objective, karena dasar dari HP Tuning ini adalah efisiensi dan juga power untuk penggunaan harian.
- Hasil yang melewati 10% (besar) tidak perlu diharapkan karena memang pekerjaan HP Tuning ini adalah untuk harian.
- Diluar Pressure Tuning ini, Hasta bisa membantu lebih banyak meningkatkan power di RPM manapun bila parts dan atau pekerjaan jasa lain seperti porting, dilakukan.
Selasa, 12 Mei 2015
Oohhh Mai Gatt!!
Berikut adalah hasil tes2 di pemakaian bahan bakar pada mobil Camry http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/the-100-standard-camry-2005-vvt-i-gets.html
Sekedar pengingat, settingan Camcon pada Camry ini bukanlah diarahkan juga ke efisiensi, melainkan hanya untuk melepas power yang tertahan di cam timing yang tidak sesuai dgn kondisi mobil, yang sudah berumur.
Tes Sebelum Penggunaan Camcon:
Tes dilakukan diatas mesin dyno dengan menggunakan cruise control (I-Cruise Dial dari Power Enterprise). Reminder, hal ini kita lakukan untuk mengurangi faktor2 yang bisa mempengaruhi pemakaian bensin, yaitu terutama faktor manusia.
Dari tes awal, kondisi standard tanpa penggunaan Camcon, pemakaian bahan bakar berkisar di 21.2 km per liter ke 20.9 dengan trend yang semakin menurun.
Tes Sesudah Penggunaan Camcon:
Di pengetesan dengan cara yang sama seperti diatas, didapat rata2 pemakaian bensin di 21.3 ke 21.5 km per liter. Dan mempunyai trend semakin baik, dengan mencapai ke 21.6 km per liter di saat akhir tes ini.
Seperti yang bisa dilihat dari ke 2 tes ini dan juga tes power seperti yang ada di posting sebelumnya: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/the-100-standard-camry-2005-vvt-i-gets.html
di kondisi mobil yang sudah tidak baik secara flow ini, Camcon bahkan masih mampu memberikan penghematan bahan bakar sebesar 1-3%...
Dengan power yang melonjak "Oohhh Mai Gatt", penghematan bahan bakar ini walau sedikit adalah sesuatu yang sangat luar biasa... "Oohhh Mai Gatt!!"
Dengan kata lain, dengan TANPA ada pengaruh ke pemakaian bahan bakar, Camcon setidaknya dapat melepaskan power yang sangat besar!
Bisa dibayangkan betapa hematnya dengan Camcon, bila mobil masih dalam kondisi sehat, aliran udara masih lancar seperti halnya di mobil yang masih greesss? :)
Sekedar pengingat, settingan Camcon pada Camry ini bukanlah diarahkan juga ke efisiensi, melainkan hanya untuk melepas power yang tertahan di cam timing yang tidak sesuai dgn kondisi mobil, yang sudah berumur.
Tes Sebelum Penggunaan Camcon:
Tes dilakukan diatas mesin dyno dengan menggunakan cruise control (I-Cruise Dial dari Power Enterprise). Reminder, hal ini kita lakukan untuk mengurangi faktor2 yang bisa mempengaruhi pemakaian bensin, yaitu terutama faktor manusia.
Dari tes awal, kondisi standard tanpa penggunaan Camcon, pemakaian bahan bakar berkisar di 21.2 km per liter ke 20.9 dengan trend yang semakin menurun.
Tes Sesudah Penggunaan Camcon:
Di pengetesan dengan cara yang sama seperti diatas, didapat rata2 pemakaian bensin di 21.3 ke 21.5 km per liter. Dan mempunyai trend semakin baik, dengan mencapai ke 21.6 km per liter di saat akhir tes ini.
Seperti yang bisa dilihat dari ke 2 tes ini dan juga tes power seperti yang ada di posting sebelumnya: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/the-100-standard-camry-2005-vvt-i-gets.html
di kondisi mobil yang sudah tidak baik secara flow ini, Camcon bahkan masih mampu memberikan penghematan bahan bakar sebesar 1-3%...
Dengan power yang melonjak "Oohhh Mai Gatt", penghematan bahan bakar ini walau sedikit adalah sesuatu yang sangat luar biasa... "Oohhh Mai Gatt!!"
Dengan kata lain, dengan TANPA ada pengaruh ke pemakaian bahan bakar, Camcon setidaknya dapat melepaskan power yang sangat besar!
Bisa dibayangkan betapa hematnya dengan Camcon, bila mobil masih dalam kondisi sehat, aliran udara masih lancar seperti halnya di mobil yang masih greesss? :)
Senin, 11 Mei 2015
The 100% Standard Camry 2005 VVT-i Gets More Than 10% of Power Boost From Camcon Without AFR Adjustment
Ola all,
Berikut adalah Camry 2005 manual 2.4 liter full standard dgn km sudah mencapai 99.000. Camry ini, seperti halnya mobil yang sudah berumur, mengalami gejala sedikit ngelitik. Powerpun terasa kurang. Lemot, perlu menekan gas pedal lebih dalam untuk berakselerasi.
Problem yang dialami bisa dipastikan karena faktor udara yang mengalir tidak sesuai dgn yang dibutuhkan, disebabkan oleh cam timing di mobil ini yang bisa dibilang sudah "off", atau tidak pas lagi, setelah melakukan beberapa ritual tes utk lebih mendapatkan gambaran kalo sektor pengapian dan suplai bensin tidak mengalami gangguan.
Sebenarnya, kondisi Camry ini tidak parah, karena diketahui mobil ini cukup terawat, dgn kebiasaannya menggunakan shell ultra 5-40 dan juga bensin dari shell yg setara oktannya dgn pertamax. Namun, hasil dyno tes terutama setelah penggunaan piggyback Camcon untuk menyesuaikan cam timing dgn kondisi mesin yang sudah berumur bisa mengejutkan.
Langsung kita review hasil dyno test di mobil sebelum dan sesudah penggunaan Camcon. Perlu dicatat, modifikasi hanya pada Camcon, dan piggyback itu hanya dipakai untuk menyetel cam timing, tanpa menggunakan fitur yg dimiliki Camcon lainnya, seperti AFR adjustment.
Seperti terlihat di grafik, power di rpm menengah sangat tertahan yang disebabkan karena hambatan di exhaust flow. Exhaust flow yg buruk menyebabkan cam timing di VVT-i ini menjadi tidak pas. Pada saat intake flow akan mengalir mengisi ruang bakar, exhaust flow yg hanya mampur mengalir lebih sedikit keluar dari ruang bakar karena hambatan, membuat intake flow menjadi tertahan (ingat pressure). Selain itu, ruang bakar juga akan terisi tidak saja oleh udara segar dari intake flow, tapi juga dicemari oleh exhaust flow yang gagal keluar secara keseluruhan. Hal ini yang membuat power jatuh. Dan juga menyebabkan terjadi ngelitik, karena temperatur di ruang bakar menjadi lebih panas dari seharusnya. Borospun tidaklah heran juga terjadi.
Camcon, sebagai piggyback satu satunya di dunia yg mampu mengatur VVT-i (dan juga i-VTEC) cam timing di mobil Toyota/Daihatsu/Lexus, Honda/Acura dan Subaru, di setel untuk memundurkan cam timing, untuk memungkinkan waktu yang relatif lebih untuk exhaust keluar dari ruang bakar. Walau mungkin rada susah untuk dimengerti, perubahan cam timing yang dilakukan Camcon ini juga turut merubah LCA (lobe centerline angle). Perubahan di LCA ini akan membuat NILAI mundurnya cam timing itu semakin besar karena dgn semakin lebarnya LCA, lift yang ada pada saat overlap akan menjadi semakin rendah, yang memungkinkan exhaust flow menjadi cepat dgn arah yang lebih jelas, keluar dari ruang bakar. (sori, memang bagian ini rada berat untuk dicerna).
Point utamanya adalah, bisa terlihat di graph, kesalahan cam timing bisa sangat merugikan. Perbaikan cam timing oleh Camcon membuat mobil jauh lebih bertenaga, hemat, dan juga bebas dari ngelitik/detonasi.
Pertanyaan yang menarik untuk direnungkan: Kenapa perlu merubah ignition timing, kalo cam timing bisa membuat tidak saja bebas dari ngelitik tanpa perlu ganti oktan bensin, tapi juga power meningkat? Bila menggunakan ignition timing (sangat populer dipakai oleh yang kurang paham), memundurkan ignition timing akan membantu menghilangkan ngelitik, tapi power akan jatuh. Menyedihkan bukan? Namun, yg lebih parah adalah kalo kita pertahankan hidup didalam kegelapan. Thanks!
Berikut adalah Camry 2005 manual 2.4 liter full standard dgn km sudah mencapai 99.000. Camry ini, seperti halnya mobil yang sudah berumur, mengalami gejala sedikit ngelitik. Powerpun terasa kurang. Lemot, perlu menekan gas pedal lebih dalam untuk berakselerasi.
Problem yang dialami bisa dipastikan karena faktor udara yang mengalir tidak sesuai dgn yang dibutuhkan, disebabkan oleh cam timing di mobil ini yang bisa dibilang sudah "off", atau tidak pas lagi, setelah melakukan beberapa ritual tes utk lebih mendapatkan gambaran kalo sektor pengapian dan suplai bensin tidak mengalami gangguan.
Sebenarnya, kondisi Camry ini tidak parah, karena diketahui mobil ini cukup terawat, dgn kebiasaannya menggunakan shell ultra 5-40 dan juga bensin dari shell yg setara oktannya dgn pertamax. Namun, hasil dyno tes terutama setelah penggunaan piggyback Camcon untuk menyesuaikan cam timing dgn kondisi mesin yang sudah berumur bisa mengejutkan.
Langsung kita review hasil dyno test di mobil sebelum dan sesudah penggunaan Camcon. Perlu dicatat, modifikasi hanya pada Camcon, dan piggyback itu hanya dipakai untuk menyetel cam timing, tanpa menggunakan fitur yg dimiliki Camcon lainnya, seperti AFR adjustment.
Seperti terlihat di grafik, power di rpm menengah sangat tertahan yang disebabkan karena hambatan di exhaust flow. Exhaust flow yg buruk menyebabkan cam timing di VVT-i ini menjadi tidak pas. Pada saat intake flow akan mengalir mengisi ruang bakar, exhaust flow yg hanya mampur mengalir lebih sedikit keluar dari ruang bakar karena hambatan, membuat intake flow menjadi tertahan (ingat pressure). Selain itu, ruang bakar juga akan terisi tidak saja oleh udara segar dari intake flow, tapi juga dicemari oleh exhaust flow yang gagal keluar secara keseluruhan. Hal ini yang membuat power jatuh. Dan juga menyebabkan terjadi ngelitik, karena temperatur di ruang bakar menjadi lebih panas dari seharusnya. Borospun tidaklah heran juga terjadi.
Camcon, sebagai piggyback satu satunya di dunia yg mampu mengatur VVT-i (dan juga i-VTEC) cam timing di mobil Toyota/Daihatsu/Lexus, Honda/Acura dan Subaru, di setel untuk memundurkan cam timing, untuk memungkinkan waktu yang relatif lebih untuk exhaust keluar dari ruang bakar. Walau mungkin rada susah untuk dimengerti, perubahan cam timing yang dilakukan Camcon ini juga turut merubah LCA (lobe centerline angle). Perubahan di LCA ini akan membuat NILAI mundurnya cam timing itu semakin besar karena dgn semakin lebarnya LCA, lift yang ada pada saat overlap akan menjadi semakin rendah, yang memungkinkan exhaust flow menjadi cepat dgn arah yang lebih jelas, keluar dari ruang bakar. (sori, memang bagian ini rada berat untuk dicerna).
Point utamanya adalah, bisa terlihat di graph, kesalahan cam timing bisa sangat merugikan. Perbaikan cam timing oleh Camcon membuat mobil jauh lebih bertenaga, hemat, dan juga bebas dari ngelitik/detonasi.
Pertanyaan yang menarik untuk direnungkan: Kenapa perlu merubah ignition timing, kalo cam timing bisa membuat tidak saja bebas dari ngelitik tanpa perlu ganti oktan bensin, tapi juga power meningkat? Bila menggunakan ignition timing (sangat populer dipakai oleh yang kurang paham), memundurkan ignition timing akan membantu menghilangkan ngelitik, tapi power akan jatuh. Menyedihkan bukan? Namun, yg lebih parah adalah kalo kita pertahankan hidup didalam kegelapan. Thanks!
Senin, 04 Mei 2015
Hasta Pressure Tuning (More Powerful More Efficient)
NOTE:
Updated Pricing dan Special Bonus beserta Bonus khusus untuk komunitas mobil
Khusus untuk mobil yang sudah berumur minimal 3 tahun.
Dear All,
Program Hasta Pressure Tuning (HP Tuning) ini menawarkan perbaikan performance di power dengan melakukan penyesuaian2 di pressure, yang kita tahu adalah penyebab udara bergerak. (udara bergerak dari pressure lebih tinggi ke lebih rendah).
Fokus pekerjaan di program ini adalah meningkatkan pressure di awal titik udara bergerak dan mengurangi pressure di target arah udara itu (berhubungan erat/langsung dgn cam timing), sehingga perbedaan pressure awal dan akhir itu menjadi lebih besar yang menyebabkan jumlah dan kwalitas udara itu bisa meningkat yang akan membantu mendorong extra performance terjadi baik di power maupun efisiensi energi.
Hasil dari pekerjaan tuning di pressure ini tidaklah menjadi sangat besar karena memang cakupan pekerjaannya terbatas (wong namanya tuning bukan porting, hehe). Hasil yang kita yakin akan terjadi adalah sekitar 5% di power di RPM2 di bawah-menengah, yang bisa terlihat di hasil dyno test kecuali di mobil AT yg RPM bawah tidak dapat terlihat/dites. Tentunya, seperti biasanya Hasta ingin memberikan hasil yang bisa bukan saja dicapai tapi dilampaui.
Selain jaminan peningkatan power yang aduhai lezatnya itu, Hasta juga melihat program ini akan membantu dalam penghematan penggunaan bensin. (lihat link video perbandingan penggunaan bensin, sebelum dan sesudah program ini:
Link langsung: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/04/honda-jazz-l15a-hp-tuning-meningkatkan.html
Namun karena sulitnya (terlalu banyak faktor, walaupun faktor manusia sudah dihilangkan) membandingkan hasil sebelum dan sesudah di penghematan bensin, Hasta tidak akan mampu memberikan jaminan untuk penghematan ini, walaupun secara teori semua terlalu mudah untuk dimengerti).
Program ini akan melakukan s/d 5 jenis pekerjaan yaitu s/d 3 di sisi intake, dan 2 disisi exhaust. Tanpa ada penggantian parts apapun. Berapa jenis pekerjaan yang akan diterapkan pada tuning suatu mobil tergantung dari kondisi mobil itu sendiri, yang bisa terlihat di hasil tes baseline di mesin dyno. Bukankah tuning tanpa dyno bisa dibilang tidak berarti karena arah pekerjaan menjadi suatu tebak2an?!
Pressure di Silinder, Intake Valve, Exhaust Valve:
Jenis Pekerjaan HP Tuning:
A.
Quick Intake Flow Cleanup (pembersihan ringan khusus di jalur udara masuk, spt filter udara dan throttle body)
B.
1. Intake valve tuning
2. Exhaust valve tuning
3. Intake manifold tuning
4. Exhaust manifold tuning
Lama pekerjaan berkisar 2-3 hari (48-72 jam), tergantung jenis kendaraan dan juga sikon di bengkel.
Note: Berdasarkan kebutuhan tuning, pengerjaan bisa meliputi A & B namun disesuaikan dgn kebutuhan mobil dgn kondisi masing2.
Gambaran Hasil dari HP Tuning:
Info lebih lanjut mengenai gambaran hasil bisa dilihat di link berikut: Gambaran Hasil HP Tuning
HARGA:
(khusus mobil Jepang dan Korea, standard*, N/A, 4 silinder, bensin, injeksi)
Honda:
Rp. 2.250.000. Lama pekerjaan 3 hari kerja
Non Honda/Non HLA**:
Rp. 2.500.000. Lama pekerjaan 3 hari kerja
HLA**: (misal, Toyota Innova)
Rp. 1.800.000. Lama pekerjaan 2 hari kerja
Avanza/Xenia/Terios/Rush (AXTR):
Rp. 1.800.000. Lama pekerjaan 2 hari kerja
Lama pekerjaan tergantung juga dari sikon di bengkel. Mohon konfirmasi sebelumnya.
Special Bonus:
- FREE 1 (satu) 3M Fuel Injector Cleaner
- Dapatkan Power Enterprise atau K&N Oli Filter HANYA seharga Rp. 150.000 untuk setiap penggantian oli mesin sekaligus pekerjaan pressure tuning. Oli harus dari Hasta.
- Khusus AXTR, dapatkan K&N air filter replacement HANYA seharga Rp. 990.000 bila sekaligus dgn pekerjaan pressure tuning.
Komunitas Mobil Special Bonus:
- Silahkan perwakilan komunitas mengontak 021-7806-752 dgn sdr Agung, atau kirim email ke hastaservice@gmail.com. Verifikasi akan diperlukan sebelumnya. Minimal per 3 mobil.
Untuk info lebih lanjut, silahkan dipost pertanyaan, atau bisa langsung mampir atau telepon 021-7806-752 (sdr Agung atau sdr Qpai)
Note:
*Standard: Kondisi belum di modifikasi di sektor udara, intake/exhaust. Pengecualian: Filter Udara dan Muffler.
**HLA = Hydraulic Lash Adjuster.
Contoh2 Hasil Pekerjaan:
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/04/honda-jazz-l15a-hp-tuning-meningkatkan.html
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.958359480863534.1073741968.111992312166926&type=3
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hp-tuning-di-honda-freed-at.html
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-toyota-vios-at.html
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-on-camry-vvt-i.html
Updated Pricing dan Special Bonus beserta Bonus khusus untuk komunitas mobil
Khusus untuk mobil yang sudah berumur minimal 3 tahun.
Dear All,
Program Hasta Pressure Tuning (HP Tuning) ini menawarkan perbaikan performance di power dengan melakukan penyesuaian2 di pressure, yang kita tahu adalah penyebab udara bergerak. (udara bergerak dari pressure lebih tinggi ke lebih rendah).
Fokus pekerjaan di program ini adalah meningkatkan pressure di awal titik udara bergerak dan mengurangi pressure di target arah udara itu (berhubungan erat/langsung dgn cam timing), sehingga perbedaan pressure awal dan akhir itu menjadi lebih besar yang menyebabkan jumlah dan kwalitas udara itu bisa meningkat yang akan membantu mendorong extra performance terjadi baik di power maupun efisiensi energi.
Hasil dari pekerjaan tuning di pressure ini tidaklah menjadi sangat besar karena memang cakupan pekerjaannya terbatas (wong namanya tuning bukan porting, hehe). Hasil yang kita yakin akan terjadi adalah sekitar 5% di power di RPM2 di bawah-menengah, yang bisa terlihat di hasil dyno test kecuali di mobil AT yg RPM bawah tidak dapat terlihat/dites. Tentunya, seperti biasanya Hasta ingin memberikan hasil yang bisa bukan saja dicapai tapi dilampaui.
Bila target peningkatan power di sekitar 5% itu tidak terjadi, biaya program ini menjadi FREE (100% money back guaranteed!)
Selain jaminan peningkatan power yang aduhai lezatnya itu, Hasta juga melihat program ini akan membantu dalam penghematan penggunaan bensin. (lihat link video perbandingan penggunaan bensin, sebelum dan sesudah program ini:
Link langsung: http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/04/honda-jazz-l15a-hp-tuning-meningkatkan.html
Namun karena sulitnya (terlalu banyak faktor, walaupun faktor manusia sudah dihilangkan) membandingkan hasil sebelum dan sesudah di penghematan bensin, Hasta tidak akan mampu memberikan jaminan untuk penghematan ini, walaupun secara teori semua terlalu mudah untuk dimengerti).
Program ini akan melakukan s/d 5 jenis pekerjaan yaitu s/d 3 di sisi intake, dan 2 disisi exhaust. Tanpa ada penggantian parts apapun. Berapa jenis pekerjaan yang akan diterapkan pada tuning suatu mobil tergantung dari kondisi mobil itu sendiri, yang bisa terlihat di hasil tes baseline di mesin dyno. Bukankah tuning tanpa dyno bisa dibilang tidak berarti karena arah pekerjaan menjadi suatu tebak2an?!
Pressure di Silinder, Intake Valve, Exhaust Valve:
Jenis Pekerjaan HP Tuning:
A.
Quick Intake Flow Cleanup (pembersihan ringan khusus di jalur udara masuk, spt filter udara dan throttle body)
B.
1. Intake valve tuning
2. Exhaust valve tuning
3. Intake manifold tuning
4. Exhaust manifold tuning
Lama pekerjaan berkisar 2-3 hari (48-72 jam), tergantung jenis kendaraan dan juga sikon di bengkel.
Note: Berdasarkan kebutuhan tuning, pengerjaan bisa meliputi A & B namun disesuaikan dgn kebutuhan mobil dgn kondisi masing2.
Gambaran Hasil dari HP Tuning:
Info lebih lanjut mengenai gambaran hasil bisa dilihat di link berikut: Gambaran Hasil HP Tuning
HARGA:
(khusus mobil Jepang dan Korea, standard*, N/A, 4 silinder, bensin, injeksi)
Honda:
Rp. 2.250.000. Lama pekerjaan 3 hari kerja
Non Honda/Non HLA**:
Rp. 2.500.000. Lama pekerjaan 3 hari kerja
HLA**: (misal, Toyota Innova)
Rp. 1.800.000. Lama pekerjaan 2 hari kerja
Avanza/Xenia/Terios/Rush (AXTR):
Rp. 1.800.000. Lama pekerjaan 2 hari kerja
Lama pekerjaan tergantung juga dari sikon di bengkel. Mohon konfirmasi sebelumnya.
Special Bonus:
- FREE 1 (satu) 3M Fuel Injector Cleaner
- Dapatkan Power Enterprise atau K&N Oli Filter HANYA seharga Rp. 150.000 untuk setiap penggantian oli mesin sekaligus pekerjaan pressure tuning. Oli harus dari Hasta.
- Khusus AXTR, dapatkan K&N air filter replacement HANYA seharga Rp. 990.000 bila sekaligus dgn pekerjaan pressure tuning.
Komunitas Mobil Special Bonus:
- Silahkan perwakilan komunitas mengontak 021-7806-752 dgn sdr Agung, atau kirim email ke hastaservice@gmail.com. Verifikasi akan diperlukan sebelumnya. Minimal per 3 mobil.
Untuk info lebih lanjut, silahkan dipost pertanyaan, atau bisa langsung mampir atau telepon 021-7806-752 (sdr Agung atau sdr Qpai)
Note:
*Standard: Kondisi belum di modifikasi di sektor udara, intake/exhaust. Pengecualian: Filter Udara dan Muffler.
**HLA = Hydraulic Lash Adjuster.
Contoh2 Hasil Pekerjaan:
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/04/honda-jazz-l15a-hp-tuning-meningkatkan.html
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.958359480863534.1073741968.111992312166926&type=3
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hp-tuning-di-honda-freed-at.html
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-toyota-vios-at.html
http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/05/hasta-pressure-tuning-on-camry-vvt-i.html
Label:
air flow,
boros,
daihatsu,
efisiensi,
hasta pressure tuning,
hemat,
honda,
HP Tuning,
hyundai,
mazda,
mitsubishi,
nissan,
power,
power tuning,
pressure tuning,
proton,
suzuki,
toyota,
tuning
Minggu, 26 April 2015
Honda Jazz L15A: HP Tuning Meningkatkan Power dan Efisiensi Bahan Bakar
Dear all,
Berikut kita ingin share hasil dari program Hasta Pressure Tuning (HP Tuning) pada mobil standard Honda Jazz L15A di Power dan Efisiensi bensin.
HP Tuning fokus pada pekerjaan peningkatan dan efisiensi pressure sehingga dapat meningkatkan power sekaligus penghematan bahan bakar. Langsung aja kita lihat hasil dyno nya dulu:
POWER:
Terlihat dalam gambar, peningkatan power (Torsi dan HP) mencapai lebih dari 6%. Sekedar pengingat, peningkatan power ini tanpa disebabkan oleh penggantian part apapun. Hanya dari extra special tuning yaitu HP tuning.
EFISIENSI:
Berikut adalah hasil dari pekerjaan HP tuning dalam peningkatan penghematan bahan bakar, berupa video yang menunjukkan pengukur pencapaian jarak/km untuk satu liter bensin (bukan mode rata2 tapi "live").
Pengetesan penggunaan bahan bakar ini dilakukan diatas mesin dyno, untuk memastikan pengukuran tidak terpengaruhi oleh traffic, bentuk jalan, dan dinamika lainnya, yang bisa membuat hasil tidak akurat. Juga kita menggunakan cruise mode di speed 60km/jam.
Yang diperhatikan selanjutnya utk dibandingkan adalah bagian kanan atas, pengukur yg menunjukkan angka 0-25km dan 50 itu.
Pada baseline, sebelum HP tuning, pengukur itu di sebagian besar waktu menunjukkan pemakaian bensin di 25-27.5km untuk satu liter (satu bar adalah 2.5km).
Pada tes setelah pengerjaan HP tuning, pengukur stabil menunjukkan di 30km per liter. Bila baseline memakai angka 27.5km/liter, maka penghematan bensin setelah HP tuning adalah hampir 10%. Apalagi kalo baseline memakai angka 25km/liter, penghematan bensin mendekati 20%. Cukup mengagetkan kita juga... :)
(Note: peningkatan dari 25km per liter menjadi 30 km per liter berarti penghematan bahan bakar. Dgn kata lain, setelah pekerjaan tuning, dengan satu liter bahan bakar yang sama mencapai jarak lebih jauh).
Namun untuk aman berasumsi, kita melihatnya setidaknya terjadi penghematan bensin sebesar 5% setelah HP tuning ini. Dan tentu, dgn peningkatan power yang lumayan untuk pemakaian harian spt dijelaskan diatas, penghematan bensin sebesar 5% saja sudah menjadi sangat berarti...
Btw, pertanyaan atau masukan terutama dlm mencapai pengukuran pemakaian bensin yg lebih baik, sangat2 di harapkan.
Thanks!!
Berikut kita ingin share hasil dari program Hasta Pressure Tuning (HP Tuning) pada mobil standard Honda Jazz L15A di Power dan Efisiensi bensin.
HP Tuning fokus pada pekerjaan peningkatan dan efisiensi pressure sehingga dapat meningkatkan power sekaligus penghematan bahan bakar. Langsung aja kita lihat hasil dyno nya dulu:
POWER:
Terlihat dalam gambar, peningkatan power (Torsi dan HP) mencapai lebih dari 6%. Sekedar pengingat, peningkatan power ini tanpa disebabkan oleh penggantian part apapun. Hanya dari extra special tuning yaitu HP tuning.
EFISIENSI:
Berikut adalah hasil dari pekerjaan HP tuning dalam peningkatan penghematan bahan bakar, berupa video yang menunjukkan pengukur pencapaian jarak/km untuk satu liter bensin (bukan mode rata2 tapi "live").
Pengetesan penggunaan bahan bakar ini dilakukan diatas mesin dyno, untuk memastikan pengukuran tidak terpengaruhi oleh traffic, bentuk jalan, dan dinamika lainnya, yang bisa membuat hasil tidak akurat. Juga kita menggunakan cruise mode di speed 60km/jam.
Yang diperhatikan selanjutnya utk dibandingkan adalah bagian kanan atas, pengukur yg menunjukkan angka 0-25km dan 50 itu.
Pada baseline, sebelum HP tuning, pengukur itu di sebagian besar waktu menunjukkan pemakaian bensin di 25-27.5km untuk satu liter (satu bar adalah 2.5km).
Pada tes setelah pengerjaan HP tuning, pengukur stabil menunjukkan di 30km per liter. Bila baseline memakai angka 27.5km/liter, maka penghematan bensin setelah HP tuning adalah hampir 10%. Apalagi kalo baseline memakai angka 25km/liter, penghematan bensin mendekati 20%. Cukup mengagetkan kita juga... :)
(Note: peningkatan dari 25km per liter menjadi 30 km per liter berarti penghematan bahan bakar. Dgn kata lain, setelah pekerjaan tuning, dengan satu liter bahan bakar yang sama mencapai jarak lebih jauh).
Namun untuk aman berasumsi, kita melihatnya setidaknya terjadi penghematan bensin sebesar 5% setelah HP tuning ini. Dan tentu, dgn peningkatan power yang lumayan untuk pemakaian harian spt dijelaskan diatas, penghematan bensin sebesar 5% saja sudah menjadi sangat berarti...
Btw, pertanyaan atau masukan terutama dlm mencapai pengukuran pemakaian bensin yg lebih baik, sangat2 di harapkan.
Thanks!!
Minggu, 05 April 2015
RAHASIA STRONG WIDE POWERBAND
Power all over the place...
Kok kurva torsi/power ini bs seganas ini ya? Torsi mulai sebelum rpm
2000 s/d sedikit sebelum 6500. Sekitar 4500 RPM panjang powerband di
kurva ini... Bahkan bisa lebih, gile aja!!
Rahasianya:
PORTING:
- super kacau di intake ports tanpa mengurangi flow= extra swirls
- super velocity di intake ports, rata-rata diatas 300+
- higher LOW lift flows. Sekitar diatas 20% peningkatan di low lifts vs standard
- stronger intake TOP lift cfm (but not too much)
- exhaust intake ratio ke 85-88%
- peningkatan exhaust TOP lift cfm sekitar 40%+
INTAKE SYSTEM:
- more pressure from K&N Apollo (vs standard air filter)
- manifold reshaped but still standard
EXHAUST SYSTEM:
- Joy of Exhaust System - JOES membuat desain header dan kolektor yg sangat membantu pembentukan kurva cantik ini.
APAKAH masih bisa ditingkatkan tanpa menambah investasi yg besar?
tentu,
-desain terbaru utk exhaust system sudah dites dan terbukti lebih baik.
Rahasianya:
PORTING:
- super kacau di intake ports tanpa mengurangi flow= extra swirls
- super velocity di intake ports, rata-rata diatas 300+
- higher LOW lift flows. Sekitar diatas 20% peningkatan di low lifts vs standard
- stronger intake TOP lift cfm (but not too much)
- exhaust intake ratio ke 85-88%
- peningkatan exhaust TOP lift cfm sekitar 40%+
INTAKE SYSTEM:
- more pressure from K&N Apollo (vs standard air filter)
- manifold reshaped but still standard
EXHAUST SYSTEM:
- Joy of Exhaust System - JOES membuat desain header dan kolektor yg sangat membantu pembentukan kurva cantik ini.
APAKAH masih bisa ditingkatkan tanpa menambah investasi yg besar?
tentu,
-desain terbaru utk exhaust system sudah dites dan terbukti lebih baik.
-selain itu, adjustment di valve lash bisa mendorong minimal sekitar 2-3% extra power. Terutama dengan mengetahui Ex Int Ratio mobil ini adalah besar sehingga ruang adjustment masih terbuka bermain di valve lash.
DAN yg terakhir saat ini, bisa dilakukan sedikit adjustment di intake manifold, terutama di ukurannya, untuk mendorong lebih rata lebar/wide kurva power itu, terutama di RPM bawah menengah.
Toyota VIOS Manual: Baseline VS Camcon (Tanpa AFR) & Upgrade Kolektor
Mayoritas peningkatan di Torsi dan HP berkisar 10-20%. (Dan hasil ini bukan dari tempat dyno yang suka di "gosokgosok" untuk ngeluarkan angka HP/power abal abal -- manipulasi hasil yang bukan rahasia lagi sangat sering terjadi di negara ini).
Impressive-Luar biasa, terlebih dengan mengetahui bahwa faktor penyesuain di AFR belum dilakukan. Camcon masih hanya digunakan untuk nge tune cam timing untuk perubahan di flow terutama karena adanya upgrade di kolektor ke tipe freeflow.
Spek:
- Camcon piggyback tanpa Tuning AFR
- Kolektor freeflow
- lainnya standard
NOTE:
Modifikasi tambahan spt perubahan di header, penggantian filter udara ke yg lebih freeflow, apalagi porting walaupun misal hanya porting basic/dasar, beserta tuning di AFR akan membuat angka HP mudah tembus ke 110 KW.
Bila ingin lebih baik di intake (torsi) dan exhaust port (extra HP), porting all out, akan memberikan push yang lebih dahsyat di RPM bawah sampai atas. Dengan extra mods spt ini, mencapai 155 BHP masih tergolong mudah.
Video saat dyno test, termasuk mendengar raungan Vios Camcon ini silahkan ke link berikut:
Jumat, 03 April 2015
SEKILAS Performance di mobil 4 silinder (Emisi, Efisiensi dan Power)
Dari segi flow yang mempengaruhi performance mesin, terutama mobil dgn 4 silinder, produsen mobil pada umumnya kita perhatikan fokus ke tiga faktor ini yaitu, emisi/gas buang, efisiensi/hemat bensin dan terakhir adalah power.
Yang kita lihat adalah produsen mobil massal lebih memprioritaskan emisi daripada efisiensi, dan keduanya lebih penting dari power. Masuk akal, karena tanpa memiliki gas buang yang baik mobil tsb tidak bisa di jual di mayoritas negara produsen mobil, dan lainnya. Dan menjual mobil yang boros bensin sangatlah tidak mudah. Apalagi yang tidak memiliki power mumpuni...
Jadi pada umumnya, mobil yang beredar luas di pasaran adalah mobil yang sangat baik di segi emisi, cukup okay dalam penghematan dan power yang tidak malu maluin. Kombinasi yang mantep, luar biasa. Sy pribadi kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama...
Sebelum kita masuk ke ketiga faktor itu, ada baiknya kita review sejenak apa yang terjadi di ruang bakar.
Dalam singkat, kita bisa lihat dari gambar tsb, bahwa pada saat IVO (intake valve opening) atau intake valve terbuka, tekanan udara di ruang bakar sudah menjadi lebih rendah karena hasil pembakaran sudah terbuang melalui exhaust. Dan juga bisa dikatakan bawaha tekanan udara di ruang bakar setelah terjadi pembakaran adalah tinggi sebelum mengalir ke tekanan lebih rendah di exhaust.
Juga yang membuat lebih menarik adalah IVO terjadi sebelum EVC (exhaust valve closing atau exhaust valve tertutup). Hal ini memang disengaja, dan disebut periode overlapping, yang bertujuan untuk meningkatkan power dan efisiensi. Periode ini adalah yang digunakan untuk mengarahkan ke prioritas: apakah emisi, efisiensi atau power yang terpenting...
EMISI: (Gas buang hasil pembakaran)
Adalah gas buang hasil pembakaran.
Bisa terlihat dari link diatas, bahwa target Air to Fuel Ratio (AFR) adalah juga merupakan AFR yang digunakan mayoritas mobil massal yaitu di AFR=14.7 atau di lambda 1.0. AFR 14.7 ini masih dibawah target best economy/efisiensi yang berada di sekitar AFR 15.5 dan diatas target power yang berada di AFR 12.8-13.2 (kita koreksi dgn update terbaru).
Sayangnya AFR susah dirubah rubah untuk pemakaian sehari hari kecuali mobil model terdahulu atau menggunakan ECU modifikasi (lebih dari sekedar piggyback).
Selain produsen target ke AFR yg memberikan emisi yang terkecil, mobil massal juga menggunakan catalytic converter, semacam filter untuk lebih meredam emisi. Lebih lanjut, produsen juga membuat design di exhaust port sedemikian rupa sehingga volume emisi itu menjadi berkurang. Otomatis ini akan mempengaruhi power dan juga efisiensi. Power dan efisiensi terhambat karena dgn membuat exhaust port kurang baik secara flow maka tahanan flow di exhaust port akan tinggi, yang mempengaruhi power (pump loss dan kemampuan scavenge yg rendah) dan efisiensi (pump loss/extra tenaga dipakai untuk menggerakkan piston mendorong exhaust, yang dgn exhaust port yang lebih baik flow nya, kerja piston akan berkurang menjadi lebih enteng).
EFISIENSI:
Tentu salah faktor paling berhubungan adalah berapa jarak yang ditempuh untuk konsumsi bensin tertentu... Umumnya bisa dibilang begitu, Namun menurut kita lebih tepat kalo dibilang berapa banyak torsi/power yang dikeluarkan untuk konsumsi bensin tertentu. Pernahkan kita meng gas walau hanya sekilas karena kita ingin menikmati power itu? Jauhnya perjalanan/jarak tempuh jelas kurang relevan disaat itu, tapi power/torsi yg dikeluarkan per bahan bakar lebih pas utk mengukurnya. Tapi bagaimana caranya?
Kita pribadi tidak tahu. Maka kita menghindari memberikan janji penghematan penggunaan bakar walau teori tetap kita berikan utk menjelaskan lainnya.
Gambar emisi diatas juga bisa dilihat bahwa best economy/efisiensi bukanlah target utama produsen mobil.
POWER:
Seperti yang bisa kita lihat di gambar emisi sebelumnya, best power tidak terjadi pada AFR untuk best economy dan juga least emission, melainkan power maksimal terjadi pada AFR 12.8-13.2, yang lebih boros dan lebih memberikan banyak emisi, maka produsen mobil massal terpaksa tidak dapat mengeluarkan best power dengan settingan awal pada mobil massal.
Selain AFR, produsen juga membatasi power dengan mengurangi flow di exhaust untuk bisa mencapai tujuan utama mereka yaitu emisi yang sangat baik. Dan sering dalam pencapaian ini, produsen juga mengorbankan efisiensi bensin, karena dengan memburuknya flow di exhaust, pumping loss (piston bekerja lebih keras untuk mendorong exhaust) menjadi lebih besar. (lihat gambar pressure).
Rangkuman/Kesimpulan:
Pemilik mobil massal perlu memahami ketiga faktor ini sebelum menentukan perubahan/modifikasi yang ingin dilakukan. Bila ingin mencapai emisi yang terbaik, apa yang sudah diberikan produsen adalah cukup baik. Bila ingin mencapai lebih baik di power, misalnya, dgn tetap mencapai emisi yang sangat baik, disarankan utk mengganti catalytic converter ke yang lebih baik (dan tentu lebih mahal), yang bisa memberikan flow lebih baik (power) dan tetap memberikan filter/saringan gas buang yang baik.
Bila ingin menggapai penggunaan bensin yang lebih efisien, bisa dengan cara mengurangi hambatan di exhaust port/exhaust system, sehingga kerja piston lebih ringan, yang bisa lebih digunakan untuk menggerakan mesin dgn lebih efisien. Selain itu, bisa juga dengan mengurangi flow/power di intake secukupnya sehingga flow yang diberikan sesuai dengan power yang ingin digunakan sehari hari.
Dan bila ingin mencapai power yang lebih, bisa dikerjakan dengan memperbaiki flow di intake maupun exhaust ports, mengganti ke exhaust system yang lebih flow (tanpa catalytic) dan membuat AFR ke arah dimana power terbaik terjadi (lebih boros).
Dan untuk ketiga faktor tersebut, efisiensi pembakaran yang biasanya berhubungan erat dengan membaiknya pencampuran udara dan bensin dan juga meningkatnya kemampuan daya (percik) busi, bisa dilakukan.
Note:
Input dan koreksi diharapkan karena kita yakin tulisan singkat jauh dari sempurna.
Thanks!!
Label:
air flow,
airflow,
aliran,
body repair,
camcon,
efisiensi,
finish balance,
hemat,
icruise,
kencang,
porting,
power,
power enterprise,
salon,
spooring,
udara
Kamis, 02 April 2015
Perbaikan Airflow/Aliran Udara Di Mesin (mobil anda)
Dear All,
Berikut adalah hasil tanya jawab (Q&A) mengenai aliran udara/airflow yang berhubungan dgn power dan efisiensi di mobil/mesin. Silahkan yang ingin bertanya, pertanyaan menarik akan kita masukkan juga dalam Q&A ini.
1.
Q: Apakah airflow ini merupakan apa yang disebut "Black art"?
A: Bila tidak putih adalah hitam, adalah betul itu merupakan "black art". Tapi kita tahu, tidak putih itu bisa juga biru dll. Jadi airflow ini bukanlah "black art", walaupun kita tahu airflow ini bisa termasuk bagian dalam ilmu "chaos theory"/ilmu teori kekacauan. Dengan mengerti kesempurnaan itu tidak ada (di matematika kita gunakan "limit"), maka airflow bisa dimengerti dengan lebih baik bila melakukan pendekatan2. Atau sy suka menyebutnya "Arah".
Dengan lebih memahami airflow, arah akan semakin baik dimengerti sehingga faktor "art" nya atau "magic" nya atau "nasib nasib an" atau "kebetulan" bisa dikurangi mendekati 0 (nol).
2.
Q: Apa yang lebih penting untuk memaksimumkan airflow, cam timing/overlap atau pekerjaan porting?
A: Kita melihatnya kedua relatif sama pentingnya. Perbaikan airflow di port/head dgn pekerjaan porting yang baik akan bisa membantu cam yang tidak tepat untuk suatu mesin. Begitupun sebaliknya, penggunaan cam yang tepat bisa membantu airflow yang kurang baik dalam suatu mesin.
3.
Q: Apakah perbaikan airflow bisa meningkatkan power? Atau bisa membantu mobil menjadi efisien/hemat dalam bbm?
A: Tentu bisa. Porting head yang memperbaiki airflow di bagian terpenting dalam suatu mesin, akan bisa mendorong power lebih tinggi. Selain itu, bisa juga diarahkan untuk lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Bila kondisi mesin sebelumnya masih belum maksimal, seperti biasanya di mobil massal karena faktor biaya misalnya, power dan sekaligus hemat bbm bisa terjadi dgn pekerjaan porting yang baik.
Juga dgn cam/overlap, perbaikan di timing ini bisa membuat mesin lebih halus, lebih powerful, dan atau lebih efisien.
4.
Q: Dengan semakin meningkatnya harga bahan bakar, bagaimana peranan porting yang baik dan perubahan cam timing bisa membantu menekan pengeluaran biaya bahan bakar yang akan semakin lebih tinggi?
A: Dgn pekerjaan porting yang baik, bilamana power tidak merupakan target utama, porting bisa diarahkan ke peningkatan kwalitas flow sekaligus mengurangi kwantitias flow (termasuk bbm). Penyesuaian kwalitas dan kwantitas flow bisa diarahkan ke target yang dinginkan bila porting dikerjakan dgn benar.
Bila memiliki kemampuan untuk merubah overlap pada cam timing suatu mobil, maka untuk mengurangi jumlah bbm yang dikeluarkan, cam timing bisa dimundurkan, yang akan menyebabkan overlap semakin kecil. Langkah ini bisa mengurangi power bila perbaikan di exhaust system tidak dilakukan atau tidak memungkinkan.
5.
Q: Saya kurang peduli dengan bahan bakar. Sy hanya ingin power! Namun saya hanya ingin power di RPM s/d 4000an, karena sy suka akselerasi namun tidak suka terlalu cepat. Apakah ada perbaikan airflow yang memungkinkan ini terjadi?
A: Tentu. Bisa melakukan perbaikan di header dan bagian lanjut dari exhaust system untuk menguatkan target RPM. Porting juga bisa membuat akselerasi jauh lebih ganas. Dan perbaikan flow di port ini yang menghasilkan akselerasi lebih baik bukan berarti akan membutuhkan bahan bakar yang boros. Lebih banyak kemungkinan untuk bahkan lebih hemat!
Juga perbaikan di overlap bisa membuat mobil lebih powerful. Terlebih bila exhaust system (seetidaknya header) diperbaiki.
6.
Q: Apakah bisa dijelaskan bilamana terjadi pengurangan suplai kwantitas udara yang juga berarti penghematan bensin dan pengurangan power, power juga bisa bertahan atau bahkan sedikit meningkat? Apakah mungkin lebih hemat/efisien dan peningkatan power itu terjadi berbarengan?
A: Di sistem yang sudah optimum dgn arah yang sudah ditentukan entah ke power atau ke efisiensi, perlu ada pengorbanan memang bila ingin melakukan perbaikan di pilihan itu. Namun secara umum mobil yang ada dipasar masih setidaknya memperhatikan 2 faktor tambahan yaitu emisi dan biaya.
Oleh karena itu bila biaya bisa dibuat lebih besar anggarannya, seperti pembelian header aftermarket yang berkwalitas baik (terbukti bukan katanya), maka performance bisa meningkat di power dan bahkan di efisiensi. Kira2 bisa dirangkum, dgn mengurangi suplai bensin ke ruang bakar yg berarti penghematan bbm, power bisa dibuat kira kira sama atau bahkan bisa meningkat dengan mengurangi power loss di exhaust entah melalui porting atau upgrade exhaust system. Efek akan lebih terasa dengan perbaikan flow di area terdekat ke ruang bakar. Lihat ilustrasi: https://www.facebook.com/HastaWS/photos_stream?ref=page_internal
7.
Q: Header manakah yang terbaik untuk mobil harian, dan manakah yang terbaik untuk balap, 4-1 apa 4-2-1?
A: Bila dilihat dari power, terlebih average power, 4-2-1 sudah dipastikan akan lebih baik untuk harian maupun balap. Alasannya sangat sederhana, 4-2-1 memiliki satu step extra, satu extra venturi yang bisa dipakai untuk mengadjust flow sesuai dgn keinginan.
Namun, kalo dilihat dari biaya, tidak susah untuk paham kalo 4-2-1 adalah lebih mahal. Bukan saja dari bahan yg lebih banyak, tapi penentuan spek nya yang lebih kompleks karena satu extra venturi itu. Jadi, bila anggaran lebih besar terlebih sensitifitas terhadap power semakin tinggi, 4-2-1 adalah pilihan terbaik. (8-4-2-1 tentu akan lebih baik lagi, namun susah/mustahil aplikasinya pada mbl umum atau biaya akan sangat tinggi bilapun bisa).
Ilustrasi, terlihat terdapat 2 ttorque peak di rentang sekitar 1000 RPM, di RPM 4000 keatas. Mbl ini menggunakan header 4-2-1 yg diarahkan ke RPM tinggi, dan juga dibantu camcon yg memaksimumkan cam timing: https://www.facebook.com/HastaWS/photos/pb.111992312166926.-2207520000.1413111228./738772302822254/?type=3&theater )
8.
Q: Apakah penggantian valve ke diameter lebih besar bisa meningkatkan flow?
A: Bisa saja. Namun perlu dipertimbangkan sebelumnya, exhaust dan intake ratio, kebutuhan penggunaan dan besarnya port. Daerah valve adalah juga kesatuan dari suatu sistem flow yang ada. Oleh karena, perubahannya bisa mempengaruhi bagian lainnya. Pengertian ini bisa diterapkan disemua lokasi flow di sistem mobil, misalnya, header ke kolektor bisa memberikan juga gambaran yg sama spt port ke valve. Perubahan lebih besar dari seharusnya dari header ke kolektor akan membuat mesin menjadi ngempos di rpm bawah/menengah, begitupun persis dgn pembesaran di valve tanpa didukung perubahan suplai dari portnya.
Juga, bilamana penggunaan untuk harian atau cukup banyak rpm menengah akan digunakan, pembesaran valve tidak disarankan kecuali hal2 penting lain sudah ditingkatkan. Disarankan adalah memperbaiki kwalitas flow, bukan meningkatkan kwantitas flow. Kwalitas flow bisa dihasilkan dgn membuat port lebh baik secara bentuk, dan juga secara ukurannya. Baik secara ukuran dan bentuk akan membuat velocity meningkat yang tentu berarti performance juga meningkat. Sebagai tambahan, exhaust to intake ratio perlu dipertimbangkan. Bilamana E/I ratio ini sudah cukup okay (75-85%), maka akan lebih menguntungkan lebih fokus ke peningkatan kwalitas spt velocity dan swirls daripada meningkatkan kwantitas yang ada (CFM).Sebagai extra pengamatan, adalah penting juga utk mengetahui speed yang akan digunakan. Untuk trek yang berliku liku dgn tikungan pelan dan medium, hasil akan lebih baik bila difokuskan ke akselerasi/torsi (velocity/swirls) bukan speed/HP (CFM).
9.
Q: Seperti halnya pembesaran valve, apakah pembesaran port dianjurkan untuk performance?
A: Supaya lebih mudah dan lebih bnyk pengamatan, lagi lagi, kita bisa bandingkan port ini spt halnya header. Pembesaran port bisa menguntungkan bila speed tinggi dibutuhkan. Perlu diamati berapa speed yang cocok untuk suatu penggunaan agar CFM bisa disesuaikan dgn memainkan besaran port. Begitupun di header, header yang besar ditujukan ke higher speed, pertanyaannya apakah besarnya cukup utk speed yg ditargetkan. Bilamana kebesaran, maka bahkan target speed lambat dan tinggi bisa tidak tercapai keduanya.
10.
Q: Membingungkan tentang ukuran ukuran port dan valve dll. Mana yang lebih baik sedikit kebesaran atau sedikit kekecilan?
A: Sangat masuk akal kalo itu membingungkan karena banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan perubahan. Jangan sampai sudah melakukan perubahan, perubahan itu malah tidak terpakai. Dan ruginya, dgn perubahan itu malah bisa mengakibatkan performa menjadi kurang di sisi lain--misal ingin lebih kencang tapi malah ngempos dari awal dan top speed malah berkurang (biasanya terjadi krn pengerjaan porting yang tidak dilakukan dgn baik, misal tanpa alat bantu ukur flow-flowbench, krn ketidakpahaman tentang flow utk menentukan spek header dan kolektor, dan krn ketidak pahaman ttg flow utk menentukan diameter reson dan muffler dan pipa2 sesudah kolektor).
JADI utk amannya, seperti yang sering diutarakan Mr Horspower, David Vizard, mengenai ukuran2 diameter utk airflow di mobil, adalah lebih baik untuk sedikit kekecilan daripada sedikit kebesaran KECUALI di 2 titik, yaitu titik terawal yaitu filter udara, dan titik terakhir yaitu muffler (dan sistem sesudah kolektor).
Thanks atas supportnya!!
Info/link yang bisa berguna:
CAM: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.751835341515950.1073741886.111992312166926&type=3
PORTING: https://www.facebook.com/notes/hasta/porting-polishing-pnp-untuk-harian-sd-balap-hasil-terjamin-transparan-dan-verifi/595930287106730
JOES (exhaust): https://www.facebook.com/pages/Joy-of-Exhaust-System-JOES/1447642068847306
Camcon: https://www.facebook.com/PowerEnterpriseIndonesia/photos/pb.427818403950245.-2207520000.1413111924./684134771651939/?type=3&theater
Minggu, 02 November 2014
Tentang Hasta
Bengkel Hasta
Jl. Raya Lenteng Agung no.34, Jakarta Selatan, Indonesia
PH: 021-7806752, 021-7820578
adalah bengkel mobil umum dan juga fokus ke modifikasi baik untuk peningkatan power maupun peningkatan efisien penggunaan energi/bbm, yang ditujukan untuk penggunaan harian atau kompetisi.
- menyediakan alat tes seperti dyno chassis dan flowbench.
- memberikan jasa porting untuk mobil.
- melayani perawatan/perbaikan mesin seperti tuneup, scanner, 3M carbon clean, kopling dll.
- menyediakan produk Power Enterprise sbg authorized dealer spt. Piggyback Camcon, i-Cruise Dial, Magnetic Oil Filter, Battery Saver, dll.
- menyediakan filter K&N: Replacement, Apollo & Oil Filter dan Recharger.
- menyediakan busi Denso Iridium & produk Denso lainnya spt wiper.
- menerima pengecatan dan perbaikan body termasuk pengecatan khusus spt di velg, dashboard, engine dll, dan didukung penuh oleh Sikkens.
- melayani ganti oli mesin, matik, dll., dan didukung oleh pilihan oli berkwalitas dari Eneos, Mobil1, Castrol, Shell, Toyota, Honda, dll.
- melayani spooring, finish balancing, rem, dan pekerjaan kaki-kaki lainnya
- menyediakan cuci dan salon mobil.
Jl. Raya Lenteng Agung no.34, Jakarta Selatan, Indonesia
PH: 021-7806752, 021-7820578
adalah bengkel mobil umum dan juga fokus ke modifikasi baik untuk peningkatan power maupun peningkatan efisien penggunaan energi/bbm, yang ditujukan untuk penggunaan harian atau kompetisi.
- menyediakan alat tes seperti dyno chassis dan flowbench.
- memberikan jasa porting untuk mobil.
- melayani perawatan/perbaikan mesin seperti tuneup, scanner, 3M carbon clean, kopling dll.
- menyediakan produk Power Enterprise sbg authorized dealer spt. Piggyback Camcon, i-Cruise Dial, Magnetic Oil Filter, Battery Saver, dll.
- menyediakan filter K&N: Replacement, Apollo & Oil Filter dan Recharger.
- menyediakan busi Denso Iridium & produk Denso lainnya spt wiper.
- menerima pengecatan dan perbaikan body termasuk pengecatan khusus spt di velg, dashboard, engine dll, dan didukung penuh oleh Sikkens.
- melayani ganti oli mesin, matik, dll., dan didukung oleh pilihan oli berkwalitas dari Eneos, Mobil1, Castrol, Shell, Toyota, Honda, dll.
- melayani spooring, finish balancing, rem, dan pekerjaan kaki-kaki lainnya
- menyediakan cuci dan salon mobil.
Langganan:
Postingan (Atom)
























.jpg)